Bunda tak pandai …Nak
"Bunda tak Pandai…Nak"
Satu hari…
Bunda pun tertunduk, diam,..
saat betapa banyak yg Bunda tak bisa jawab dari segala pertanyaanmu..
Dalam diam, bunda berkata,”Bunda tak pandai Nak..”
Bunda tak pandai menguraikan betapa penyayangNya Ia pada kita…
dan pada seluruh makhluknya
Bunda juga tak pandai menceritakan betapa
KuasaNya
Ia
terhadap kita
Dan Betapa Maha Lembutnya Ia mendidik hambanya…
Bunda tak paham, bagaimana Ia menjadikan kita semua bersaudara
Bunda pun tak mengerti bagaimana Ia menyatukan Bunda dan Ayah,
Hingga kini kita menjadi satu keluarga..
Hingga kini, Bunda engkaau sadarkan bahwa, Bunda hanyalah seorang Hamba..
Seorang hamba yg harus bersifat hamba…
Sekarang….Bunda pun terhenyak..
Kala tanggungjawab Bunda dan Ayah mendidikmu makin menjadi kenyataan..
Bunda takut Nak,..
Takut tak dapat menjadikanmu seorang khalifah Nya ..
KhalifahNya yang berhati Hamba dan berwatak Pejuang..
Bunda makin tertunduk kala sadar, bahwa Bunda tak pandai..mendidikmu
Di atas segala kelemahan dan ketidakmampuan diri,
Bunda panjatkan doa :
Ya Allah, Engkau telah titipkan cahaya-cahaya mata sebagai penghibur diriku…
Saat ini, seorang Bunda hanya mampu membesarkan mereka dengan segala kelemahan diri..
Ku titipkan kembali mereka padaMu Ya Allah..
Engkau sebagai sebaik-baik pendidik dan penjaga..
Hingga jadikan mereka sebagai khalifah-khalifahMu yang berjaya..
Amin
thanks buat Carla, dari postingan ini aku jadi muhasabah. Aku posting di blog-ku ya Cla….
dedicated for Fayaaz & Zaid.
Maaf nak….umi belum pandai mendidik Fayaaz & Zaid
October 26th, 2007 at 5:34 pm
sama nih… jadi orang tua itu ngga ada sekolahnya, kita harus mau belajar sendiri. sadar bahwa ada yang kurang aja udah bagus, berarti mau menjadi lebih baik..
makasih ya postingannya
December 26th, 2007 at 6:07 pm
Ummi… tiap kali bingung cari jawaban, langsung diem.. baca Bismillah dan berdoa, minta petunjuk sama Allah apa jawaban yang harus diberikan.. Kalo anak-2 ga sabar, bilang baik-2 “Ummi tanya Allah dulu ya, biar jawabnya ga salah..” Kalao abis berdoa masih belum terang apa jawabannya, bilang sama anak-2 “Aduh.. maaf ya, Ummi belum bisa jawab sekarang, ayo kita sama-2 berdoa sama Allah, minta tolong dikasih tau apa jawaban yang benarnya..” Kalao seudah berdoa anaknya nanya, “Ummi, kok jawabannya masih belum ada?” bilang sama anak-2nya, “Iya, Nak.. Kadang-2 Allah memang tidak langsung menjawabnya.. Tapi percayalah, Insyaallah Allah akan memberitahu kita apa jawabannya..”
Kalo aku, kadang Laila udah diterangin ngeyel, aku cuma bilang, “Laila, Insyaallah kalau nanti Laila udah lebih besar, Laila bisa mengerti apa yang Bunda maksudkan.”
Have fun, Ummi yaa… Bunda yakin kalo Ummi sebenernya tau apa jawaban dari pertanyaan anak-2.. Jangan kuatir masalah mereka ngerti apa engga, karena di umur sekecil itu mereka semua adalah sponse yang tugasnya menyerap. Insyaallah dengan Bismillah ada kebaikan dalam setiap jawaban yang kita berikan, meski pastinya tidak sempurna.. Sempurna itu cuma punya Allah, ya kan… Hehehee.. comment kok panjang lebar ya? Abis rumah udah berjauhan banget dan jarang sharing….
December 26th, 2007 at 7:32 pm
Um-um.. abis nulis panjang baru nyadar kalo tulisan itu dibikin ama temennya Umi bernama Clara
Commentku tolong disampaikan kepada beliau, sekalian salam kenal…
December 30th, 2007 at 6:01 am
Bund, jadi rindu saling sharing ya…Sekarang Fayaaz mulai besar, udah banyak keinginan, semakin lengket dengan uminya (mungkin liat adeknya sama uminya terus). Jadinya sering kena marah juga, karena nggak mau ngalah. Suka nyesel banget kalo udah gitu. Malamnya sebelom bobok biasanya aku minta maaf, trus berdoa bersama.